TIDAK ADA KATA PENGANTAR,
TIDAK ADA KATA TERIMA KASIH
DAN TIDAK ADA DAFTAR ISI
memoar ini saya buat utk seseorang yang jauh disana,
jika suatu saat nanti saya tiada semoga tulisan ini bisa selalu membuatmu utk selalu mengingatku
just enjoying to reading
SEBUT SAJA JUDULNYA
HOW CAN I FORGIVE YOU
Rasanya seprti baru kemarin aku berumur 2 tahun,, yeah 2 tahun.balita yg lucu, imut dan menggemaskan ( menurut keluarga )..2 tahun itu juga aku harus memulai hidup yang sungguh luar biasa,, ditinggalkan oleh Abi menjadi awal dari kerasnya hidup.
tak banyak yang bisa ku ingat tentang sosok abi, yang aku tw abi ialah seorang pekerja pemerintahan, berpindah tempat dan disegani oleh orang orang kampungku.Abi lulusan dari pesantren sebut saja namanya pesantren Hi, pesantren yang sangat tersohor menghasilkan orang-orang yang berpendidikan baik dalam segi agama maupun sosial.
tidak tau apa penyebab abi meninggalkan kami, meninggalkan kami untuk menghadap Sang Pencipta, semua kenangan tidak ada yang terpatri diingatan. memang karena aku terlalu kecil untuk mengingatnya.
setelah kepergian abi, Umi menikah lagi,, entah gimana prosesnya tiba-tiba aku sudah berada dinegeri seberang, negeri yang katanya menjanjikan untuk orang-orang indonesia yang pada saat itu berada dalam taraf kemiskinan, negeri dongeng sejuta mimipi utk mendapatkan rejeki dan hidup yang layak.walaupun kami hanya tinggal diperbatasan negeri tersebut tapi luar biasa semua yang ada disana hampir setara dengan ibukota negeriku.
keluarga kami menetap di sebuah kampung, sebut saja nama kampungnya arongan, kampung yang penuh dengan orang-orang asal indonesia yang bekerja , atau disebut juga TKI.rumah kami berada dibelakang rumah kakak Umi saya,karena rumah tersebut adalah hibahan dari kakak ibu aku,sebuah gubuk dengan beratapkan daun nipah ditambah dengan daun kelapa,berdindigkan kayu yang sudah usang dan hampir keselurhan dimakan rayap, tidak ada dapur, tidak ada kamar mandi bahkan utk sekedar MCK, hanya gubuk berluaskan 3x4 meter.sungguh ironi dibandingkan dengan kakak ibu saya, suami beliau seorang mandor diperkebunan, status sosial tinggi, rumah besar dan termasuk mewah pada saat itu, mempunyai 5 orang anak yang semuanya lebih tua daripada aku.dengan kondisi tersebut apa yang diinginkan oleh anak-anaknya semua tercukupi.
terlepas dari saudara umi aku,aku mempunyai seorang saudara perempuan dari bapak tiri, aku tidak terlalu ingat bagaimana pertumbuhan saudara perempuanku itu, yang aku ingat bahwa dia tiba-tiba membesar dengan cepatnya, berubah menjadi anak umur 3 tahun.memang umurku dengannya berbeda 3 tahun, jadi mungkin wajar saja jika pada saat itu tidak banyak yang aku ingat tentang pertumbuhan adik kecilku itu.
bapak dan ibu aku bekerja diperkebunan om. setiap hari bekerja dari jam 5 pagi sampai dengan 6 sore. dan setiap hari juga kami dititipkan di tempat penitipan anak atau disebut kandang budak.kandang budak tidak terlalu jauh dari rumah hanya kira kira 100 meter dari rumah dan setiap paginya umi mengantar aku dan adik kekandang budak dengan berbekal 1 bungkus nasi yang akan dimakan dari pagi sampai dengan sore.
aku ingat sekali saat itu aku sering sangat takut jika harus ke kandang budak, hal ini bukan karena aku betah dirumah, tidak ada yang membuatku betah dirumah.saking terlalu paginya umi mengantar kami kekandang budak, belum ada satupun orang yang berada disana selain kami. pada saat itu aku umur 5 tahun dengan adik yang masih berumur 2 tahun.bukan takut kepada manusia karena memang kami belum tau kerasnya dunia tapi kami lebih takur kepada Hantu,, hehehe hantu yang tak pernah terlihat , yang hanya kami dengar lewat mulut mulut anak anak lain di kandang budak.setiap paginya kami pasti menemukan sesuatu untuk bermain dikandang budak entah itu rokok atau barang barang lain. maklum saja kandang budak tersebut bukan seperti rumah tapi hanya sebuah bangunan beratap tak berdinding dan berpagar dan didalamnya banyak sekali tali untuk ayunan anak anak yang dititipkan oleh orang tuanya bekerja.setiap kata emak kandang setiap malam pasti ada saja orang yang dikandang budak,entah itu untuk bermain atau bahkan sampai tidur disana.
aku tipe anak periang, aku senang bermain dengan anak anak lainnya, aku senang membantu emak kandang menyapu bahkan aku membantu membersihkan kotoran adik adik disana.kata emak aku cantik dan baik, semoga nasibku juga begitu.setiap hari setelah menidurkan adik di ayunan terkadang aku bermain dengan anak anak diluar kandang, main guli, main tali, main petak umpet, rasanya gembira sekali.tapi hal itu tidak berlangsung lama, tidak sampai ada yang mengacaukan dunia kanak kanak ku, dunia fantasi ku, dunia bermainku,,,,dan dimulailah kisah kelamku,,,,,,,,,,,,,,,,,,,